Tank Leopard, Tank Tempur Milik Militer TNI AD Indonesia

Indonesia kini telah memiliki Tank Leopard yang merupakan tank kelas berat Main Battle Tank yang dapat dibanggakan. Pernah muncul beberapa sanggahan bahwa pembelian Leopard tidak cocok untuk indonesia karena terlalu berat dan akan cepat merusak jalan. Jelas ini masukan yang tidak tepat karena si penilai hanya melihat bagian kasarnya saja, lebih sektoral dibandingkan nilai strategis yang jauh lebih luas untuk indonesia.

Main Battle Tank Leopard, Tank Tempur Milik TNI AD

TNI Angkatan Darat Indonesia menerima main battle tank (MBT) Leopard yang merupakan buatan negara Jerman. Tank tersebut merupakan bagian dari 164 unit tank yang dipesan Indonesia untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Pemerintah memang melihat perkembangan kekuatan iliter Indonesia jauh dibawah negara-negara tetangga seperti Australia, Singapura dan Malaysia khususnya. Dari data intelijen diketahui, Malaysia sejak 2006 membeli tank berat PT91M dari Bumar, Labedy, Polandia sebanyak 48 unit dan 15 unit kendaraan pendukung seharga US$ 370 juta.

Dikatakan saat itu terjadi ketidakseimbangan kekuatan dan kemampuan di segen darat antara Malaysia dan Indonesia. Tank jenis MBT (Main Battle Tank) PT91 M, ditempatkan pada Rejimen 11 Kor Armor Di Raja adalah untuk menggantikan tank ringan FV101 Scorpion milik Malysia.

Main Battle Tank Leopard, Tank Tempur Milik TNI AD

Memang Singapura lah yang menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki MBT sejak 1975 berupa tank bekas Centurion Mk3 dan Centurion Mk7 yang dibeli dari India dan dari Israel pada 1993-1994 dengan total sekitar 100 unit. Pada akhir 2006, Singapura membeli tank Leopard 2A4 bekas AB Jerman sebanyak 96 unit. .

Main Battle Tank (MBT) Leopard Revolution yang kini dimiliki TNI AD merupakan MBT terbaik di dunia. Leopard Revolution dilaporkan mampu mengungguli Tank MBT M1A2 Abrams, Tank Chalenger, Tank Leclerc, dan Tank PT91M milik Malaysia, pada bagian proteksi, persenjataan dan mobilitas. Leopard Revolution dan variannya sekarang ini dipergunakan oleh negara-negara Jerman, Canada, Yunani, Belanda, Portugal dan Spayol. Di Asia Tenggara, tank hanya dimiliki oleh Indonesia. Wow!

Sebelumnya TNI AD Indonesia hanya mempunyai Tank FV-101 Scorpion-90 sebanyak 45 unit. Tank ringan ini berbobot tempur 8,7 ton, diawaki 3 personel, senjata utama meriam Cockerill Mk III kaliber 90 mm. Armada terbesar tank ringan AD Indonesia adalah AMX-13 Perancis yang dibeli dari Belanda.

Dengan memiliki MBT Leopard Revolution maka Indonesia, khususnya TNI AD kini memiliki alutsista yang mampu mengimbangi kepemilikan MBT negara-negara tetangga baik Australia, Singapura ataupun Malaysia. Khususnya MBT TNI AD lebih unggul dalam hal teknologi penembakan dan penghancuran apabila terjadi perang antar MBT dikawasan. Disinilah nilai besar MBT agar sebuah negara mempunyai derajat militer terhadap negara lain.