Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Penjara bawah tanah ternyata tidak hanya di negara-negara besar luar saja. Akan tetapi di negara kita Indonesia terdapat banyak penjara bawah tanah yang sangat mengerikan, Konon penjara-penjara bawah tanah di Indonesia merupakan penjara-penjara yang memiliki kisah mistis dan angker.

Memang sejak lama penjara memiliki kaitan dengan hal yang seram. Sebab disanalah banyak orang yang disiksa secara kejam sampai-sampai ada dari bagian mereka mati. Semakin tua sebuah penjara, semakin seram juga kisah yang mengiringinya. Berikut mimin rangkum ulasan mengenai penjara-penjara bawah tanah di Indonesia yang terkenal paling seram.

1. Gedung Lawang Sewu, Semarang

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Gedung yang sudah terkenal dengan wisata angkernya ini berada di kota Semarang. Sebelumnya Lawang Sewu merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di  sekitaran bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.

Pada masa Jepang menjajah Indonesia, ruangan bawah tanah gedung ini dirubah menjadi Penjara bawah tanah atau dikenal sebagai Penjara Jongkok, hal ini karena penjara ini memiliki luas ruangan yang sempit dengan atap yang rendah. Penjara bawah tanah Lawang Sewu ini sering dijadikan tempat eksekusi rakyat Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap Jepang dan jasad-jasad mereka dibuang ke kali yang terletak di sebelah gedung ini.

2. Museum Fatahillah, Jakarta

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Museum Fatahillah ini dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Museum ini terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Gedung ini dulu merupakan sebuah Balai Kota, yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Banyak yang menyakini jika di malam hari bangunan ini terlihat seram.

Bangunan balaikota itu serupa dengan Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan pendamping yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

3. Benteng Fort Rotterdam, Makassar

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng peninggalan jaman kerajaan Gowa yang dibangung pada tahun 1545. Bangunan ini terletak di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar dan hingga kini masih terawat dengan baik. 

Di benteng ini terdapat sebuah  penjara bawah tanah tempat Pangeran Diponegoro pernah dipenjara. Tak hanya itu, di dekat pintu masuk benteng juga terdapat patung salah satu raja Gowa yang terkenal, yakni Sultan Hassanudin. Penjara bawah tanah ini kononnya menyimpan banyak kisah kelam pada masa lalu.

4. Benteng Vastenburg, Solo

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Benteng megah di tengah Kota Solo ini, sekarang jadi sebuah bangunan yang tak berharga dan ditumbuhi rumput ilalang yang lebat. Jaman dahulu benteng itu memiliki peranan penting yakni pusat hubungan antara kota Solo-Semarang. Kota Solo dalam periode XVIII-XIX, sebagai pusat perdagangan dan ditandai perkembangan kota kolonial. Uniknya, perkembangan ini tercipta dalam nuansa kekuasaan Kerajaan Kasunanan Surakarta.

Dalam benteng itu, kekuatan pasukan Belanda dipusatkan. Konon, disana ada semacam bungker bawah tanah yang cukup luas di bawah benteng. Bungker tersebut digunakan untuk penjara para tawanan. Hal itulah yang membuat tempat tersebut tak mungkin jika dijadikan bangunan bertingkat.

5. Benteng Pendem, Cilacap

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Siapa sangka kota kecil seperti Cilacap mempunyai sebuah benteng yang sangat unik. Benteng itu bernama Benteng Pendem (Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap) yang dulunya pada tahun 1861 merupakan benteng pertahanan tentara Hindia Belanda saat menghadapi bangsa Indonesia.

Benteng terletak di sekitar pantai Teluk Penyu ini memiliki beragam fasilitas wisata, seperti benteng, terowongan, landasan meriam, penjara bawah tanah, barak, ruang dapur, ruang senjata, jembatan kolam, gardu pos yang berisi peta kekuasaan Belanda, kolam pemancingan, tempat istirahat, gazebo, ayunan dan sejumlah patung dinosaurus.

6. Benteng Marlborough, Bengkulu

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Benteng Marlborough merupakan salah satu wisata sejarah yang ada di Kota Bengkulu. Objek wisata ini terletak di Kelurahan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Dulu benteng ini menjadi pusat kedudukan tentara Inggris di Bengkulu. Benteng ini didirikan oleh The Britsh East India Company pada tahun 1713 dan selesai pada tahun 1719.

Benteng ini terdapat beberapa bagian, bagian barat daya, bagian kiri dan kanan, lorong benteng. Dinding benteng ini terbentuk dari pasangan batu kali, batu karang, bata dengan mempergunakan perekat campuran kapur, pasir dan tepung bata. Disamping ruangan tersebut terdapat juga ruangan yang teretak di bawah kaki kura-kura barat daya, yaitu rungan penjara bawah tanah, yang terdiri dari tiga ruangan yang keadaanya sangat gelap.

7. Penjara Kalisosok, Surabaya

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Kalisosok merupakan sebuah penjara tua di Surabaya yang berdiri kokoh sejak zaman penjajahan Belanda. Pada masa itu, tempat ini digunakan untuk menyiksa para pejuang kemerdekaan Indonesia. Kisah penjara Kalisosok tak lepas dari kisah penjara bawah tanahnya. Kalisosok terkenal dengan keangkeran dan keseramannya.

8. Penjara Sukamiskin, Bandung

Penjara-Penjara Bawah Tanah Paling Menyeramkan Indonesia

Penjara yang merupakan peninggalan pemerintahan Belanda ini pernah digunakan untuk memenjarakan Presiden Soekarno. Penjara ini dibangun pada tahun 1918 dan baru berfungsi pada tahun 1924. Terdapat paling tidak 552 sel di dalam penjara ini.

Karena bangunan masih asli khas Belanda, penjara ini masih kental dengan suasananya yang seram. Bahkan ruang bawah tanah yang dipakai untuk penjahat berbahaya, masih tetap dipelihara oleh petugas. Akan tetapi, sejak tahun 1945 penjara bawah tanah tersebut tertutup untuk umum dan tidak dipergunakan lagi.