5 Satelit / Bulan Paling Menakjubkan di Tata Surya

Tata surya kita ini memiliki lebih dari 200 bulan/satelit yang mengorbit pada planet, planet kerdil dan asteroid. Dari beberapa bulan yang ada di tata surya kita, ada banyak bulan / satelit yang memiliki fitur luar biasa dan memiliki keindahan yang tiada tara.

Di perkiraan bahwa selama ini dalam sejarah manusia menjelajah luar angkasa telah banyak di temukan benda-benda luar angkasa yang sangat menakjubkan bahkan diluar bayangan manusia itu sendiri. Sekarang mimin akan membahas tentang 5 satelit alami terbesar yang mengorbit pada sebuah planet di tata surya kita.

1. Ganymede - Jupiter



Satelit ini merupakan satelit alami terbesar di Tata Surya. Ganymede turut serta dalam resonansi orbit 1:2:4 dengan satelit Europa dan Io. Satelit ini lebih besar diameternya daripada planet Merkurius, namun massanya hanya sekitar setengahnya. Satelit yang disebut juga Yupiter III ini memiliki luas 87,0 juta km. permukannya banyak ditemukan es air.
Ganymede adalah satu-satunya satelit dalam Tata Surya yang diketahui memiliki magnetosfer, yang mungkin timbul karena konveksi dalam inti besi cairnya. Magnetosfer yang kecil itu terkubur oleh medan magnet Yupiter yang jauh lebih besar dan terhubung dengannya lewat garis medan terbuka. Satelit itu mempunyai atmosfer oksigen tipis yang termasuk O, O2, dan mungkin O3 (ozon). Satelit ini ditemukan oleh Galileo Galilei pada tahun 1610.

2. Titan - Saturnus



Titan adalah bulan terbesar milik Saturnus. Ditemukan pada 25 Maret 1655 oleh seorang astronomi Belanda Christiaan Huygens dan juga merupakan satelit pertama di Tata Surya yang ditemukan setelah Bulan Galileo milik Jupiter. Titan adalah salah satu dari sedikit bulan di tata surya kita yang ditemukan mempunyai atmosfer yang signifikan. Nama "Titan" dan nama-nama dari ketujuh satelit milik Saturnus kemudian diketahui berasal dari John Herschel dalam terbitan 1847-nya Results of Astronomical Observations made at the Cape of Good Hope, di mana ia mengusulkan nama-nama Titans, saudara kandung dari Cronos (Saturnus Yunani), untuk digunakan.

Titan lebih besar daripada planet Merkurius dan satelit alam terbesar kedua di tata surya setelah Ganymede. Awalnya diperkirakan sedikit lebih besar daripada Ganymede, tapi ternyata penelitian terbaru menunjukkan bahwa atmosfer tebalnya memantulkan banyak cahaya menyebabkan perkiraan-melampaui dari diameternya. Seperti sejumlah satelit lainnya, Titan juga lebih besar dan berat daripada Pluto.

3. Callisto - Jupiter



Satelit Callisto disebut juga Jupiter IV, terluar dari empat bulan besar (satelit Galilea) ditemukan disekitar Jupiter oleh para astronom Italia Galileo pada tahun 1610 M. Callisto ini  beriklim gelap,sangat banyak kawah batuan dan es yang tampaknya tetap tidak berubah secara substansial di dalam dan keluar selama empat milyar tahun terakhir.

Callisto memiliki diameter sekitar 4.800 km (3.000 mil) kurang dari 100 km (60 mil) dari diameter planet Merkurius dan mengorbit Jupiter pada jarak rata-rata sekitar 1.883.000 km (1.170.000 mil). masa dari Callisto adalah 1,83 gram per cm kubik, sedikit lebih berat dari Bulan.

4. Io - Jupiter



Satelit Io merupakan satelit yang istimewa karena disitu terdapat gunung berapi yang aktif. Gunung tersebut memuntahkan cairan belerang yang kaya warna kuning oranye, sehingga memberi warna yang cerah dan beragam pada Io. Penyelidik ruang angkasa, menemukan gunung berapi di Io saat melintasi Jupiter tahun 1979. Pengamatan yang dilakukan di Bumi, sebelum ada penerbangan ruang angkasa, pada satelit Yupiter yang semula di beri kode J31979 itu memperlihatkan karakteristik dan kondisi khas yang tidak dijumpai pada satelit alam yang lain. 

Io termasuk salah satu satelit Galilean, karena pertama kali diamati oleh Galileo di tahun 1610. Kekhasan yang mencolok adalah fisiografinya dibentuk oleh kegiatan vulkanisme. Terdapat lebih dari 200 kaldera dengan diameter 20 kilometer, yang terbentuk oleh kegiatan vulkanisme yang berbeda dengan Bumi dan Mars. Ada 2 jenis aktivitas vulkanisme di Io. Yaitu aliran lava dari kaldera dan semburan materi kaldera yang menghasilkan pancaran ke atas berbentuk payung.

5. Bulan - Bumi



Bulan adalah satu-satunya satelit alami dari Bumi dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.

Di bulan tidak terdapat udara ataupun air. Banyak kawah yang terhasil di permukaan bulan disebabkan oleh hantaman komet atau asteroid. Ketiadaan udara dan air di bulan menyebabkan tidak adanya pengikisan yang menyebabkan banyak kawah di bulan yang berusia jutaan tahun dan masih utuh. Di antara kawah terbesar bulan adalah Clavius dengan diameter 230 kilometer dan sedalam 3,6 kilometer. Ketidakadaan udara juga menyebabkan tidak ada bunyi dapat terdengar di Bulan.

Bulan juga satu-satunya benda langit yang pernah didatangi manusia. Obyek buatan pertama yang melintas dekat Bulan adalah wahana antariksa milik Uni Soviet Luna 1, obyek buatan pertama yang membentur permukaan Bulan adalah Luna 2 dan foto pertama sisi jauh bulan yang tak pernah terlihat dari Bumi, diambil oleh Luna 3, kesemua misi dilakukan pada 1959. Wahana antariksa pertama yang berhasil melakukan pendaratan adalah Luna 9, dan yang berhasil mengorbit Bulan adalah Luna 10, keduanya dilakukan pada tahun 1966. Program Apollo milik Amerika Serikat adalah satu-satunya misi berawak hingga kini, yang melakukan enam pendaratan berawak antara 1969 dan 1972.