8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Perang Dunia II, sebuah pertempuran darah terbesar dalam sejarah manusia. Perang yang berlangsung mulai 1939 sampai 1945 ini menelan korban jutaan jiwa dan menghancurkan ratusan kota dan secara tak langsung memberikan perubahan besar pada benua eropa.

Hitler yang dianggap paling bertanggung jawab penuh sebagai pemicu PD II, pada waktu itu sedang menjalankan sebuah misi balas dendam kepada Perancis akibat kekalahan yang dialami Jerman pada PD I dan juga yang paling menyakitkan baginya adalah penghinaan yang harus diterima akibat perjanjian Versailes.

Dia menciptakan sebuah revolusi di jerman dan segera dia akan menguasai Perancis dan memberikan kesempatan pembalasan pada rakyatnya karena penghinaan yang mereka terima selama bertahun-tahun.

Hitler adalah pemimpin yg kuat, cerdas, kharismatik, dibawah kepemimpinannya beserta NSDAP / NAZI, Jerman memiliki pasukan dalam jumlah yang besar dengan teknologi dan angkatan udara yang tak tertandingi.Namun hitler tak mampu “menghandle” perang dengan skala yang begitu besar dan melakukan beberapa kesalahan teknis yang menyebabkan Jerman mengalami kekalahan pada Perang Dunia II.

1. Lakukan atau Mati – Jangan Pernah Mundur

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Terdengar sangat gila memang, tapi itu adalah instruksi dan kebijakan yang disematkan pada tentara Jerman. Pasukan Jerman memiliki perintah yang ketat bahwa apapun kondisi dan situasinya mereka diharuskan untuk tidak pernah mundur dan faktanya untuk memberikan contoh pada prajurit Jerman bahwa siapa saja yang berusaha mundur saat perang maka akan berakhir dengan ditembak oleh para petinggi militer Jerman.

Hal menunjukkan bahwa tak ada jalan untuk mundur dari garis depan. Kebijakan ini menyebabkan Jerman kehilangan banyak korban jiwa pada pasukannya yang mana bisa saja dihindari jika Jerman bersedia mundur dan kembali lagi dengan kekuatan penuh, tapi itu bukanlah sesuatu yang ada di pemikiran sang Fuhrer, menurutnya seorang prajurit dalam kondisi apapun harus terus bertahan dan terus bertempur sampai titik darah penghabisan.

2. Yahudi Penyebab Segalanya

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Hitler memberikan persepsi pada seluruh rakyat Jerman bahwa jika mereka mengalami peristiwa buruk apapun itu adalah karena ulah Yahudi, dia ingin mewujudkan apa yang disebut dengan "Lebensraum" (Ruang Hidup), dia menganggap Yahudi adalah kaum yang egois dan bertanggung jawab atas kemiskinan, inflasi, dan kekalahan yang dialami Jerman pada perang dunia 1. Di bukunya Mein Kampf, dia menyebutkan bahwa jika dia terpilih untuk dan memiliki kekuatan dan kekuasaan, dia akan melenyapkan kaum Yahudi yang disebutnya sebagai solusi akhir. 

Ketika mendapatkan kekuasaan dan kekuatan, Hitler mulai menjalankan rencananya dengan membangun basecamp prajurit dan mulai membantai Yahudi dalam jumlah besar. Ketika perang telah berakhir, Hitler berhasil melenyapkan 2/3 dari seluruh populasi Yahudi. Dia mengerahkan banyak sumber daya dan kekuatan untuk membunuh Yahudi yang mana sebenarnya bisa saja dia gunakan pada garis depan perang dan bisa memperkuat pasukannya.

3. Meragukan Kemampuan Para Jendral Militernya

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Jenderal militer adalah sekutu yang sangat terpercaya untuk pemimpin dalam sebuah peperangan dan semua pendapat, perseps, dan saran dari mereka bisa memberikan dampak dan perubahan yang signifikan. Tapi nampaknya Hitler tidak begitu membuka diri untuk hal ini, tidak untuk saran dan nasihat dari para Jenderal militernya. Ketika perang dimulai, Hitler menunjukkan kepercayaan pada para Jenderalnya dan faktanya strategi brilian dari Marsekal Rundsted akhirnya berhasil  memenangkan pertempuran di Perancis. 

Setelah menguasai Perancis, Hitler berjuang untuk mengambil alih Inggris, namun Jenderalnya tak mampu memberikan hasil yang memuasakan kepadanya dan dengan seiring berjalannya waktu, Hitler mulai meragukan kemampuan Jenderalnya dan mulai membuat keputusan sendiri yang terbukti membawanya sendiri pada pintu kekalahan seiring berjalannya waktu.

4. Membuang Kesempatan Memakai Teknologi

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Jerman memiliki orang-orang yang cerdas, dengan pemikiran dan ide brilian yang bekerja dibawah perintah Hitler. Faktanya, salah satu dari mereka adalah Albert Einstein. Jerman berhasil menciptakan senapan serbu (Assault Rifle) STG-44 selama perang berjalan, tapi entah karena apa Hitler menolak ide tersebut dan tidak mengijinkan diproduksi secara massal yang mana jika saja dia tidak melarangnya maka senapan serbu tersebut bisa mengubah permainan pada strategi pertempuran di darat untuk tentara Jerman. 

Penemuan teknologi nuklir yang kemudian digunakan untuk pembuatan senjata nuklir juga pertama kali ditemukan oleh Jerman lewat fisikawan Jerman, Leo Szilard. Hitler juga menyia-nyiakan kesempatan pemakaian pesawat tempur jet ME-262 yang mana bisa memperkuat supremasi udara tentara Jerman.

5. Meremehkan Kekuatan Amerika

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Selama tahun 1941, Jepang menyerang Amerika di pangkalan militer mereka, Pearl Harbor. Ini memaksa dan menyeret Amerika untuk bergabung dalam Perang Dunia II. Sebagai janji terhadap Jepang, Hitler juga menyatakan perang kepada Amerika, tapi layaknya dia meremehkan Inggris dan juga Rusia, dia mengira bahwa dalam kekalahan perang, Amerika tak akan mampu mengalahkan Jerman. Dan yg terjadi selanjutnya membuktikan dia keliru, sangat sangat keliru.

6. Salah Memilih Sekutu

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Dalam setiap perang, kita tentu membutuhkan dukungan dari kawan / sekutu kita yang akan membantu kita dalam hal sumber daya prajurit, persenjataan dan lain sebagainya. Seperti Perancis dan Inggris yang di-support oleh AS. Di lain pihak, sekutu Jerman adalah Italia, Hungaria dan Rumania yang mana sangat sangat lemah dan tidak bisa memberikan bantuan yang berarti kepada jerman pada masa itu.

7. Tidak Memperhitungkan Musim Dingin Ekstrim Rusia

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Mungkin ini merupakan kesalahan terbesar hitler. Rusia yang terkenal dengan ganasnya kondisi cuaca dan iklim yang harus mereka hadapi sepanjang musim dingin. Tetapi Hitler tidak memperhitungkan akan hal ini dan malah membuat kesalahan besar dengan menyerang Rusia di puncak musim dingin. Pasukan Jerman sibuk berperang untuk sekutunya, yakni Italia namun gagal melakukan invasi di Afrika Utara, Yugoslavia, dan Yunani, mereka mengharapkan bantuan dari Jerman. 

Invasi terhadap Uni Soviet yang dikenal dengan “Operation Barbarossa” telah tertunda selama 6 bulan dan ketika pasukan Jerman menyerang Rusia, musim dingin Rusia yang ganas telah dimulai. Pasukan Jerman yang masuk wilayah Rusia mengalami kondisi kesehatan yang buruk, kedinginan dipaksa menghadapi pasukan Rusia meski tanpa mengenakan perlengkapan dan pakaian yang memadai dan membawa mereka pada pintu kekalahan fatal pada Perang Dunia II.

8. Menyerang pada 2 Garis Secara Bersamaan

8 Faktor Kekalahan Adolf Hitler dan Jerman pada Perang Dunia II

Inilah alasan utama dan terbesar yang menyebabkan Hitler mengalami kekalahan pada PD II. Hitler memulai perang dengan Sekutu dan Tentara Merah pada saat yang bersamaan. Hitler membuat keputusan buruk ketika memutuskan untuk menyerang Rusia sementara pasukannya juga masih berperang untuk mengambil alih Inggris. 

Keputusan berperang di dua front ini terbukti menjadikan penyebab utama yang fatal bagi Jerman sementara itu mereka juga tidak memiliki “resource” yang cukup untuk berperang di kedua front pada saat yang bersamaan dan pada akhirnya mereka terpaksa menelan pil pahit kekalahan di dua front dan berakhirlah kedigjayaan Der Fuhrer, Adolf Hitler-The Third Reich dan partai NSDAP nya di Jerman.