Inilah 4 Desa Kartun Benar Ada di Dunia Nyata

Sebelum kita beranjak dewasa atau udah tua pastilah sempat mengalami yang namanya masa kanak-kanak atau masa dimana kita masih kecil. Pas masih kecil dulu tentu kita nggak ngerasain gimana rasanya stres mikirin cobaan hidup, entah itu cobaan dalam dunia kerja, dunia sekolah atau dunia yang lainnya.

Yang jelas dulu pas masih kecil kerjaan kita cuma maen, seneng-seneng, nonton kartun. Kalo pas nggak maen sama temen-temen ya biasanya cuma di rumah liat pilem-pilem kartun macam Aladin, Sliping Biuty, Biuty en The Bist, dan film kartun lainnya. Di film-film kartun tersebut tempatnya juga bagus-bagus, mesti ada istananya kalo nggak air terjun, atau bangunan lain yang kayaknya nggak ada di dunia nyata.

Tetapi jangan salah, ternyata vangunan atau tempat yang ada di pilem kartun Disney ada beneran di dunia nyata loh. Tentunya sang pembuat cerita terinspirasi oleh tempat-tempat yang ada di dunia nyata tersebut baru kemudian memasukannya di dalam film kartunnya. Yuk  kita liat tempat-tempat mana aja yang ada di film kartun Disney yang tentunya ada beneran di dunia nyata.

1. Desa Smurf  - Spanyol

Inilah 4 Desa Kartun Benar Ada di Dunia Nyata

Ternyata, desa serba biru yang ada dalam cerita film animasi ‘Smurf’, bukan cuma kisah fiksi belaka. Di selatan Spanyol ada desa kecil bernama Juzcar, disulap jadi ‘desa Smurf’ yang tiba-tiba dibanjiri wisatawan. Penghuni desa tersebut hanya kurang dari 200 orang. Dulu desa yang berada di Provinsi Malaga, Andalusia ini hanyalah sebuah pemukiman biasa bercat putih seragam dan tidak ada sisi menariknya sama sekali.

Namun, sejak film animasi ‘Smurf’ pertama booming di Juni 2011, penduduk setempat mengadakan selebrasi menyambut kehadiran film tersebut. Mereka menyulap desa jadi serba biru. Wisatawan pun penasaran membanjiri desa yang dulunya terkenal Kota Putih. Penduduk setempat telah merenovasi desa ini menghabiskan 4.000 liter cat biru. Pada Desember 2011, ada tawaran menarik dari Sony Pictures yang memproduksi film tersebut. Tawaran itu jadi kabar baik bagi penduduk setempat karena mereka berniat makin mempercantik Juzcar.

Akhirnya desa tersebut dicat ulang dan ditambah pernak-pernik patung Smurf dari gerbang masuk desa sampai ke ujungnya. Tapi hasil tersebut malah membuat turun pamor dalam waktu enam bulan. Selama itu, yang datang ke sana cuma sekitar 80.000 wisatawan saja. Padahal sejak awal eksis, desa ini kebanjiran hingga 100.000 wisatawan.

Makin banyak wisatawan berlalu lalang setiap hari, beberapa penduduk desa meninggalkan huniannya karena merasa terusik. Tapi hal tersebut jangan dijadikan masalah, masih banyak penduduk setempat yang ramah dan bakal menyambut hangat kalian yang hendak menengoknya.

2. Desa Lego - Korea Selatan

Inilah 4 Desa Kartun Benar Ada di Dunia Nyata

Negeri Ginseng ini punya desa warna-warni yang dikenal dengan ‘Santorini-nya Korea’ atau ‘Desa Lego’. Desa warna-warni di Korea yang dikenal dengan nama Desa Gamcheon ini terletak di Bosan. Selain dikenal dengan keunikannya, desa ini juga merupakan tempat yang tepat untuk agan yang menyukai seni dan sejarah.

Di tahun 1950-an, Desa Gamcheon adalah sebuah kota kumuh yang dipenuh para pengungsi Perang Korea. Tata letak Gamcheon yang bertingkat-tingkat ini ternyata telah direncanakan oleh komunitas Taegeukdo. Tujuannya adalah agar tidak ada rumah yang menghalangi rumah di belakangnya. Hal ini sesuai dengan ajaran Taekgeudo, yaitu tidak menghalangi kesejahteraan orang lain.

Ketika para penduduk lebih memilih warna-warna pastel untuk dinding rumahnya, para seniman menambahkan sentuhan yang lebih berwarna dan menjadi menarik untuk dikunjungi. Sayangnya, banyaknya wisatawan yang datang ke Desa Gamcheon tidak disambut baik oleh penduduk desa ini. Banyak yang memutuskan pindah karena merasa terganggu. Namun rumah-rumah itu tidak mereka jual, melainkan dibiarkan begitu saja.

3. Desa Popeye - Malta

Inilah 4 Desa Kartun Benar Ada di Dunia Nyata

Rasanya, semua orang mengenal tokoh animasi Popeye Si Pelaut. Tokoh fiksi yang perkasa karena sangat gemar makan bayam ini, juga difilmkan pada tahun 1980. Tapi siapa sangka, Desa Popeye sungguhan ada di Malta.

Popeye Si Pelaut, tokoh fiksi penggemar bayam ini lahir dari tangan EC Crisler. Dalam ceritanya, Popeye memiliki kekasih bernama Olive dan saingan bernama Bluto. Bayam merupakan sumber kekuatannya. Dari yang awalnya tidak ada menjadi ada, dibuatlah desa Popeye di Pulau Gozo, Malta.

Sejumlah 20 struktur kayu dibuat dengan batangan kayu yang diimpor dari Belanda, dan papan nama dari Kanada. Serta 8 ton paku, 250 galon tinta, dan pemecah ombak. Semua itu dipakai untuk membuat seting film Desa Popeye.

Uniknya, usai shooting film Popeye, setting film tersebut tidak dihancurkan atau ditinggalkan. Penghuni pulau melihat sisa dari setting film tersebut dan merubahnya menjadi taman rekreasi. Mereka juga menyewa aktor dan menjadikan bekas setting film itu sebagai taman rekreasi Popeye Village atau Desa Popeye.

Jika kalian berkunjung ke Popeye Village, berbagai kegiatan seru siap mewarnai liburan kalian, Serunya lagi, para tokoh kartun Popeye juga ikut menemani pengunjung selama berlibur di desa ini. Dengan gaya khasnya, Popeye, si cantik Olive dan Bluto berkeliling dan menyapa semua tamu yang datang berkunjung ke desa mereka.

Suasana pulau yang cantik ini mirip dengan aslinya, benar-benar membawa pengunjung masuk ke dalam dunia Popeye. Rumah-rumah kayu dengan cat warna-warni, semakin membuat suasana ceria dan seru. Tapi untuk saat ini, desa tersebut sedang ditutup untuk diperbaharui.
4. Desa Beauty and Beast Di Alsace - Prancis

Inilah 4 Desa Kartun Benar Ada di Dunia Nyata

Kisah Beauty and the Beast atau yang dikenal di Indonesia dengan Si Cantik dan Buruk Rupa tentunya sudah cukup akrab. Sudah banyak juga film lepas maupun mini seri yang kisahnya diangkat dari dongeng karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont, Cerita Beauty and the Beast oleh negara asli pembuat dongengnya, Perancis, kemudian dibuat lagi versi filmnya dalam bentuk modern.

Jalan cerita keseluruhan film ini tidak ada bedanya dengan dongengnya. Diceritakan seorang ayah tunggal terpaksa harus menjual rumahnya saat kapal miliknya tenggelam dan membuatnya bangkrut. Dia dan keenam anaknya lalu pindah ke sebuah rumah dipinggiran kota. Saat seluruh keluarga tak menyukai kondisi baru mereka, sang anak bungsu Belle justru merasa bahagia dengan keadaan mereka sekarang.

Pada suatu hari sang ayah menemukan sebuah istana milik Beast, yang penuh dengan harta benda. Dia lalu berusaha untuk mengambil harta-harta di sana. Saat sudah mengumpulkan semua harta itu, sang ayah bermaksud untuk memetik bunga mawar untuk Belle. Saat itulah dia ditangkap oleh Beast.

Untung saja ayah Belle tidak dihabisi nyawanya saat itu juga. Dia diberi kesempatan oleh Beast, untuk berpamitan kepada keluarganya, dan lalu kembali lagi ke istana itu untuk kemudian mengabdi pada Beast. Jika dia tidak kembali, seluruh keluarganya akan dibunuh oleh Beast. Saat sang ayah menceritakan seluruh kejadian itu pada keluarganya, Belle yang sangat mencintai sang ayah, pergi menggantikan ayahnya untuk mengabdi pada Beast.

Gimana menurut kalian desa-desanya, keren keren kan pastinya ? Mudah mudahan kita bisa kesana buat berlibur.