Misteri Gunung Padang, Gunung Berbentuk Piramida di Indonesia

Gunung Padang sebenarnya bukanlah sebuah gunung, tapi Gunung Padang merupakan bangunan situs prasejarah dari Masa Megalitikum yang berbentuk Piramida. Bangunan ini terletak di perbatasan Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka Kabupaten Cianjur - Jawa Barat.

Bangunan ini berada di ketinggian 885 meter diatas permukaan laut, luas bangunan mencapai 900 meter persegi. Terdapat 20 tingkat terasering dengan areal situs sekitar 3 hektar. Terdapat 20 terasering dengan zona utama sekitar 25 hektar. Situs Gunung Padang menjadi komplek terasering terbesar se-Asia tenggara.

Misteri Gunung Padang, Gunung Berbentuk Piramida di Indonesia

Secara fisik, Gunung Padang bukanlah gunung seperti namanya. Hal itu di sebabkan bentuknya yang segigita sama sisi menyerupai sebuah gunung. Gunung Padang merupakan bangunan buatan manusia berbetuk piramida yang tertutup debu vulkanik dan bagian luarnya ditimbuhi pepohonan.

Padahal menurut penelitian ahli geologi, ditemukan sebuah ruangan didalam bangunan yang tertimbun tanah, ada juga bangunan lain yang diduga gua atau lorong. Ditemukan pula artefak lain berupa batu melengkung yang diduga merupakan pintu masuk bangunnan dan alat musik batu yang bergelombang yang jika dipukul akan mengeluarkan nada berbeda.

Ada juga peninggalan berupa gambar atau tulisan buatan manusia pada bermukaan batu dibagian teras, namun aksara dan gambar yang tertulis itu sampai saat ini belum terungkap.

Situs Gunung Padang pertama kali diketahui keberadaannya setelah diungkap oleh Rapporten van de Oudheidkundige atau kepala Buletin Dinas kepurbakalaan pada tahun 1914. Kemudian juga pada tahun 1949, sejarawan asal belanda bernama NJ Krom sempat mengungkapkan situs ini. Namun hingga saat ini, situs ini tidak medapat penelitian yang serius.

Misteri Gunung Padang, Gunung Berbentuk Piramida di Indonesia

Pada tahun  1979 penduduk setempat melaporkan adanya tumpukan batu sejajar segi empat yang yang membentuk undakan yang mengarah ke Gunung Gede. Dari hasil kajian pustaka ditemukan pada naskah Bujangga Manik yang berasal dari abad ke-16.

Dalam naskah tersebut disebutkan adanya tempat leluhur yang dihormati orang Sunda bernama "Kabuyutan" di hulu Ci Sokan, letaknya disekitar situs tersebut. Sementara menurut legenda, situs Gunung Padang adalah tempat berkumpulnya para ketua adat masyarakat Sunda Kuno secara rutin untuk digunakan sebagai tempat pemujaan.