Dampak Kritis Konsumsi Ganja atau Marijuana Terhadap Tubuh Manusia

Sebelum kalian melanjutkan untuk membaca tulisan ini, mimin sarankan untuk meletakkan sejenak pikiran & paradigma negatif kita. Tulisan ini di kutip dari buku karya Erin Brodwin tentang Marijuana. Di buku itu banyak menemukan hal yang unik gan, yang beda dari biasanya.

Oke langsung aja kita mulai sedikit. Pada dasarnya Marijuana itu tergolong sebagai narkotika jenis 1, atau bisa dibilang sebagai sesuatu yang “no accepted medical use” tidak diperkenankan untuk praktek medis. Bagaimana bisa ? Nah, sampai saat ini pun hal tersebut mmg msh sgt sulit utk dijelaskan. Karna sudah banyak sekali yang menyatakan Marijuana telah terbukti secara ilmiah memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti penghilang rasa sakit disaat epilepsi & sebagainya.

Nah gimana penasaran bukan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan selama ini? Mari kita lihat bagaimana Marijuana dapat mempengaruhi otak & tubuh kita. Langsung aja kita bahas di bawah ini.

1. Marijuana Membuat Kita Lebih Rilex


Ya, Marijuana dapat membuat diri kita merasa enakan. Jika kita melihat sistem kerja otak kita, salah satu zat aktif Marijuana yang dikenal dengan sebutan tetrahydrocannabinol (THC), akan langsung berinteraksi dengan sistem reward otak kita, dimana bagian saraf utama tersebut berguna untuk menanggapi hal-hal yang membuat kita merasa lebih baik alias enakan.

Ketika diri kita telah dibuat girang olehnya, sistem reward otak kita akan menciptakan perasaan euforia yang berlebih. Dimana beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan obat yang berlebihan dapat mengakibatkan masalah pada segelintir orang.


2. Jantung Akan Berdegub Keras


Kemudian Marijuana perlahan akan membuat jantung kita berdegub kencang. Faktanya, disaat tekanan darah kita menurun, maka otomatis jantung akan berdegub lebih kencang. Dalam beberapa menit pasca menghisap ganja, detak jantung kita akan meningkat sekitar 20-50 denyut per menit. Hal ini berlangsung selang 20 menit hingga tiga jam.


3. Meredakan Sakit dan Nyeri



Marijuana mungkin akan membantu kita dalam meredakan beberapa jenis penyakit. Selain zat-zat psikoaktif yang sudah sebutkan diatas tadi, ternyata marijuana juga mengandung cannabidiol (CBD). Jadi, selama marijuana tersebut tidak membuat kita teler, maka kandungan CBD yang terdapat didalam marijuana ini dapat dimanfaatkan untuk beberapa metode terapi pereda rasa nyeri. Yang paling potensial penggunaanya selama ini sih, untuk mengatasi beberapa jenis gejala epilepsi pada anak gan.

Perkembangan penelitian yang terus dilakukan, membuat segelintir ahli tergugah untuk mendukung anekdot masyarakat. Meskipun saat ini, ganja dalam jenis apapun masih tergolong sebagai obat-obatan illegal di banyak negara di dunia. 


4. Meredakan Penyakit Radang Usus


Marijuana juga dapat meredakan rasa sakit pada gejala radang usus. Beberapa orang yang memiliki penyakit radang usus seperti crohn & kolitis ulserativa juga bisa mendapatkan keuntungan dari penggunaan Marijuana ini, pasalnya penelitian telah membuktikan akan hal tersebut. Namun lagi kebanyakan peneliti tidak ingin gegabah dalam memutuskan hal tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa studi lebih lanjut masih sangat diperlukan.

Kemudian pada tahun 2014, Sebuah studi yang dilakukan terhadap dua pasien yang menderita Crohn kronis terbilang menguatkan hasil uji coba sebelumnya. Uji coba dilakukan dengan memberikan Marijuana kepada sebagian dari mereka, & sebagiannya lagi diberikan plasebo. Hasilnya, uji coba pertama menunjukkan adanya penurunan gejala pada 10 dr 11 pasien yang diberi Marijuana, sedangkan yang diberikan plasebo hanya menunjukan angka penurunan pd 4 dr 10 pasien saja.


5. Dapat Mengontrol Serangan Epilepsi


Selain dua gejala penyakit diatas, Marijuana ternyata juga dapat membantu dalam mengontrol serangan epilepsi. Para ahli menyatakan bahwa sebuah obat (Sebut saja Epidiolex), yang berisi cannabidiol (Zat di Marijuana) mungkin akan menjadi yang pertama akan mendapatkan persetujuan FDA sebagai obat pereda epilepsi pada anak. GW Pharma selaku perusahaan yang membuatnya, kini sedang melakukan pengembangan terhadap CBD (Cannabidiol) untuk dapat dimaksimalkan potensinya terhadap orang yang memiliki sindrom Dravet & sindrom Lennox-Gastaut.

Untuk yang belum tau mengenai kedua sindrom tadi, menurut yang mimin baca Keduanya merupakan sindrom epilepsi yang jarang terjadi pada anak, biasanya diikuti dengan beberapa gejala jenis kejang-kejang


6. Marijuana Akan Mengganggu Keseimbangan Tubuh


Melihat hal di atas tadi, memang Marijuana terlihat seperti sesuatu yang positif & berguna bagi kesehatan. Namun jangan salah, Marijuana juga dapat mengacaukan keseimbangan tubuhmu loh. Bahkan bisa dibilang Marijuana itu akan membuang keseimbanganmu, karena zat didalamnya akan bekerja mempengaruhi aktivitas pada otak Basal ganglia. Basal ganglia ini terletak pada dua area otak yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan, koordinasi, waktu reaksi & postur tubuh kita.


7. Merubah Mata Menjadi Merah



Setelah distorsi waktu telah merasuki tubuh & pikiran kita, Marijuana akan mengubah matamu menjadi kemerah-merahan atau bahkan berubah menjadi sangat merah. Hal ini dikarenakan, Marijuana akan membuat pembuluh darah kita membesar, sehingga efeknya akan memberikan warna kemerah-merahan di mata kita.


8. Membuat Lapar yang Tak Tertahankan



Setelah pembuluh darah kita dibuat membesar, Marijuana akan membuat kita merasakan lapar yang tak tertahankan. Nafsu yang menggebu-gebu tersebut benar adanya, baik dari mereka yang mengkonsumsi Marijuana dalam skala ringan maupun dalam skala yang berat.

Hal ini dikarenakan Marijuana dapat secara efektif membalikkan sebuah sirkuit pada otak kita yang biasa bertanggung jawab untuk memadamkan nafsu makan. Otomatis Marijuana akan memicu nafsu makan kita 180 derajat menjadi sangat lapar & lapar. Hal ini telah dibuktikan pada penggunaan objek tikus.


9. Marijuana Bisa Menyebabkan Orang Depresi



Bagi sebagian orang, Marijuana boleh menjadi alternatif dalam bidang pengobatan, Namun pada sebagian orang, Marijuana ternyata bisa meningkatkan risiko depresi loh.

Para ilmuwan tidak bisa mengatakan secara pasti apakah benar ganja dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi. Namun, sebuah penelitian dari Belanda menunjukkan bahwa, Orang muda yang memiliki gen serotonin khusus (Gen yang dapat membuat mereka lebih rentan terhadap depresi), mengisap ganja tampaknya akan meningkatkan risiko depresi yang lebih tinggi bagi mereka.


10. Merubah Sistem Kerja Otak



Dalam penelitian baru-baru ini, para ilmuwan melakukan studi menggunakan kombinasi scan otak berbasis MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik dari sampel otak orang dewasa yang pernah mengkonsumsi Marijuana setidaknya empat kali seminggu selama bertahun-tahun.

Dibandingkan dengan sampel orang yang jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali mengkonsumsi Marijuana. Hasilnya, Pecandu Marijuana cenderung akan memiliki korteks orbitofrontal yang lebih kecil (OFC). OFC ini adalah salah satu wilayah penting pada otak yang berfungsi untuk memproses emosi & membuat keputusan.

Namun, penelitian ini ternyata juga tidak dapat membuktikan bahw aMarijuana membuat daerah-daerah tertentu pada otak akan menyusut.