7 Battleship Terhebat Pada Masa Perang Dunia I dan II

Bagi sebuah negara maritim, kapal perang atau battleship merupakan kebutuhan penting untuk melindungi tiap jengkal wilayahnya. Kapal perang memiliki banyak kegunaan, diantaranya untuk menghadapi serbuan musuh, menghalau penyusup maupun nelayan asing, meningkatkan kepercayaan diri suatu negara dan lain sebagainya. Oleh karena itu, jenis kapal perang pun beraneka ragam, diantaranya kapal induk, kapal tempur, penjelajah, perusak, kapal selam, kapal torpedo dan lainnya.

Pada masa perang dunia kapal perang ini sangat penting perannya dalam situasi berperang. Pada tahun 1906, Angkatan Laut Inggris lah yang pertama kali menunjukkannya dengan mengoperasikan HMS Dreadnaught, kapal perang modern pertama ini berukuran besar (panjang sekitar 160 meter), serta memiliki kecepatan dan persenjataan yang baik. 

Inilah yang menjadi tonggak awal pemicu persaingan dunia dalam membangun kapal-kapal perang besar yang kuat. Hingga saat ini, angkatan-angkatan laut dunia terus bersaing untuk menjadi siapa yang memiliki kapal perang terbesar, terbaik persenjataannya dan tentu paling canggih teknologinya.

Pada kesempatan kali ini, mimin akan mengulas jenis kapal yang pernah menjadi jantung dari tiap armada laut negara pada masa perang dunia I dan II, yaitu kapal tempur (battleship). Berikut daftarnya dibawah.

1. Vittorio Veneto



Nama kapal ini diambil setelah kemenangan pertamanya di Vittorio veneto dalam Perang Dunia I. Vittorio Veneto merupakan kapal perang yang dibuat oleh Itali pada 1934 di Cantieri Riuniti dell'Adriatico, Trieste dan mulai diluncurkan pada 25 Juli 1937 namun konstruksinya baru sempurna pada tahun 1940 setelah Italia ikut dalam perang melawan Perancis dan Inggris. 

Vittorio Veneto merupakan kapal perang Italia pertama yang menggunakan radar. Selama perang Vittorio Veneto mengambil bagian dalam 56 misi pada saat perang. Setelah perang, dia dibawa oleh Inggris sebagai kompensasi perang. Vittorio Veneto akhirnya kembali ke Italia di mana dia dibongkar, pada tahun 1948.


2. Bismarck



Kapal perang Bismarck adalah kapal perang terbesar Jerman yang pernah dibuat pada masa Perang Dunia II. Nama kapal ini berasal dari nama Kanselir Jerman pada abad ke-19, Otto von Bismarck. Bismarck menjadi terkenal setelah berhasil menenggelamkan kapal perang utama Angkatan Laut Britania Raya (Inggris), HMS Hood dalam Pertempuran Selat Denmark pada tahun 1941.

Bismarck dan saudara kembarnya Tirpitz merupakan kapal utama Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) di Perang Dunia II. Tenggelamnya kapal perang Bismarck setelah melawan 1 kapal induk Arc Royal dan 5 jenis kapal perusak dibawah pimpinan kapten Vian dan kemudian dikeroyok oleh HMS King George V, HMS Rodney, HMS Norfolk, dan HMS Dorsetshire selama pertempuran 2 jam.


3. King George V


King George V adalah kapal perang Inggris yang paling modern yang digunakan selama Perang Dunia II. Diluncurkan pada tahun 1937 dan ditugaskan pada tahun 1940, Raja George V dioperasikan selama Perang Dunia II. Bersama dengan HMS Rodney, Raja George V memberi kerusakan berat pada kapal perang Jerman Bismarck yang menyebabkan tenggelamnya kapal Jerman tersebut pada Mei 1941. 

Pada 1 Mei 1942 HMS Punjabi tenggelam setelah tabrakan dengan Raja George V. Raja George V mengambil bagian dalam Operasi Husky pendaratan sekutu di Sisilia dan membombardir pulau Levanzo dan pelabuhan Trapani. Pada 1945 Raja George V mengambil bagian dalam operasi melawan Jepang di lautan Pasifik. Setelah perang, Raja George V menghabiskan tiga tahun sebagai kapal unggulan dari Armada Inggris, sebelum ia ditempatkan dalam cadangan pada tahun 1949.


4. Yamato



Yamato adalah kapal tempur Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II, sekaligus kapal utama dalam Armada Gabungan Jepang. Kapal ini dibangun dari 1939 hingga 1940 di Arsenal Angkatan Laut Kure, Prefektur Hiroshima, dan secara resmi mulai ditugaskan pada akhir 1941. Sepanjang tahun 1941, Yamato dijadikan kapal pemimpin yang dinaiki Laksamana Isoroku Yamamoto. Kapal ini pertama kali berlayar sebagai anggota Armada Gabungan selama Pertempuran Midway Juni 1942.

Meriam-meriam berat kaliber 18,1 inci yang ada di Kapal Perang ini rencana akan dipakai untuk melakukan bombardemen ke pasukan Amerika Serikat yang berada di Okinawa. Yamato hanya membawa bahan bakar cukup untuk sampai ke Okinawa. Persediaan bahan bakar yang sudah tidak cukup untuk mengantarkan Yamato ke Okinawa dan pulang kembali ke Kure. Ketika berlayar di Selat Bungo, Yamato dan kapal-kapal pengawalnya dipergoki oleh kapal selam Amerika Serikat USS Threadfin dan USS Hackleback. Keduanya melapor ke Gugus Tugas 58 tentang posisi Yamato.

Yamato menyambut serangan gelombang pertama yang terdiri dari 280 pesawat dari Gugur Tugas 58, terkena tiga kali (dua bom, satu torpedo). Dua kapal pengawal Yamato tenggelam. Tidak lama kemudian, Yamato dan kapal-kapal pengawal yang tersisa menjadi sasaran serangan gelombang kedua yang terdiri dari 100 pesawat. Setelah dihantam 10 torpedo dan kejatuhan 7 bom, ruang amunisi Yamato meledak. 


5. Richelieu

Richelieu merupakan gambaran battleship sejati yang pernah dibangun Prancis. Kapal ini perwujudan keputusan Paris pada tahun 1935 untuk membangun kapal perang besar yang berbobot 35.000 ton. Berbeda dengan Dunkerque, tujuan pembangunan Richelieu lebih condong kearah strategis ketimbang kebutuhan taktis lapangan. Fungsinya difokuskan buat mengimbangi armada battleship angkatan laut yang mulai dibangun Negara-negara Eropa.

Ketika Prancis dikuasai Nazi Juni 1940 Richelieu berada dalam kondisi siap diluncurkan. Oleh karena para awak berhasil membawanya kabur ke Dakar. Sementara saudara kembarnya Jean Bart yang telah diluncurkan beberapa bulan sebelum Nazi dating, buru-buru mencari tempat aman dati St. Nazaire ke Casablanca.

Sebulan setelah pelariannya, Richelieu menjadi target AL Inggris. Para petinggi Sekutu takut kedua battleship jatuh ke tangan AL Nazi. Richelieu mendapat serangan dari pesawat AL Inggris yang berpangkalan di kappa induk HMS Hermes. Dalam serangan, sebuah torpedo berhasi menjebol lambung dan mengakibatkan kapal tenggelam di perairan dangkal.


6. South Dakota




South Dakota dibuat pada tanggal 5 Juli 1939 oleh New York Shipbuilding Corporation. Dia diluncurkan pada tanggal 7 Juni 1941 dan ditugaskan pada tanggal 20 Maret 1942. Pada tanggal 14-15 November south Dakota bertemu kapal pembom Jepang yang sekarang dikenal sebagai Second Naval Battle of Guadalcanal, mereka merusak kapal penjelajah Takao dan Atago selain itu memaksa kapal perang Kirishima dan kapal perusak Ayanami terpaksa mundur.

South Dakota diberikan persenjataan anti serangan udara untuk, ketika ia dibombardir Saipan dan Tinian. Kapal perang tersebut mengambil bagian dalam peperangan yang disebut "Marianas Turkey Shoot", di mana lebih dari 300 pesawat Jepang yang menyerang ditembak jatuh.


7. Iowa


Dalam kurun waktu tahun 1939 hingga 1942 seidaknya telah 4 unit kapal perang kelas Iowa. Kapal perang jenis ini dibutuhkan oleh pemerintah Amerika pada tahun 1939 sebagai senjata pemukul pamungkas untuk mengendalikan kekuatan armada laut di kawasan Samudera Pasifik saat berlangsungnya Perang Dunia II. 

Sejatinya pemerintah Amerika merencanakan membuat 6 kapal perang jenis ini, tapi karena mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan pada waktu itu maka diputuskan hanya membuat 4 kapal saja. Kapal jenis Iowa memulai tugas untuk seluruh unit armadanya pada tanggal 22 Pebruari 1943 , dan kini kesemua unitnya telah memasuki masa pensiun pada bulan Maret 2006.