Apa Itu Senjata Nuklir ? dan Seperti Apa Resiko Kedasyatannya

Akhir-akhir ini banyak negara adidaya maupun negara otoriter berlomba-lomba mengambangkan senjata nuklirnya, untuk saat ini banyak yang membicarakan pengembangan nuklir di korea utara. Nuklir itu bisa menjadi tenaga positif dan negatif, tergantung si pengambangnya berniat menjadikan nuklir itu untuk apa. Tenaga nuklir bisa jadi pembangkit listrik atau senjata militer yang sangat mematikan.

Pengertian lanjut mengenai senjata nuklir, senjata nuklir merupakan senjata yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang sangat dahsyat, sebuah bom nuklir mampu memusnahkan sebuah kota besar. Senjata nuklir telah digunakan hanya dua kali dalam pertempuran semasa Perang Dunia II oleh Amerika Serikat terhadap kota-kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki.


Pada masa itu daya ledak bom nuklir yg dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki sebesar 20 kilo ton TNT. Sedangkan bom nuklir sekarang ini berdaya ledak lebih dari 70 mega ton TNT. Negara pemilik senjata nuklir yang sudah dikonfirmasi sampai saat adalah Amerika Serikat, Rusia, Britania Raya (Inggris), Perancis, Republik Rakyat Cina, India, Korea Utara dan Pakistan. 

Selain itu, negara Israel dipercayai mempunyai senjata nuklir, walaupun tidak diuji dan Israel enggan mengkonfirmasi apakah memiliki senjata nuklir ataupun tidak. Lihat daftar negara dengan senjata nuklir lebih lanjut. Bentuk bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki


Senjata nuklir kini dapat dilancarkan melalui berbagai cara, seperti melalui pesawat pengebom, peluru kendali, peluru kendali balistik dan Peluru kendali balistik jarak antar benua.
Foto-foto berikut ini merupakan ledakan nuklir yang terjadi di sebuah tempat bernama Fangataufa. Foto tersebut diambil tanggal 3 Juli 1970 oleh seorang tentara Perancis. Code bom ini Canopus, dan memiliki kekuatan ledakan sebesar 914 KT.

Di bawah ini ada beberapa contoh Lendakan nuklir pertama kali yang ada di dunia :

1. Ledakan nuklir pada operasi Upshot-Knothole
Operasi Upshot-Knothole, dilakukan di Nevada Proving Ground antara Maret 17 and Juni 4, 1953, mengetes bom jenis beru yang menggunakan teori fission dan fusion. Rumah dalam gambar di bawah ini terletak 3500 kaki dari pusat ledakan, kameranya sendiri dilindungi lapisan setebah 2 inchi, hanya butuh 2,6 detik saja dari awal bom tersebut meldak sampai ledakannya menghancurkan rumah tersebut.

2. Ledakan nuklir saat operasi Crossroads
Pada tanggal 1 Juli 1946, di Pulau Marshall, sebuah ledakan berbentuk jamur/cendawan terjadi di Samudra Pasifik Utara, dan merupakan ledakan pertama dari 2 ledakan dalam operasi Crossroads. Gambar di bawah ini dapat dilihat beberapa kapal perang yang merupakan milik AL Jerman dan Jepang.

3. Ledakan nuklir pada uji coba bom Bravo
Uji coba bom Bravo merupakan yang bencana terburuk dalam sejarah Amerika, karena bencana yang disebabkan oleh radiasinya. Kesalahan tersebut terjadi karena Amerika salah menganalisa keadaan cuaca sehingga terjadi bencana radiasi tersebut.

4. Ledakan nuklir bom trinity
Bom Trinity adalah ujicoba bom atom pertama yang dilakukan US, tertanggal 16 Juli 1945, yang dilakukan di 35 miles kearah tenggara dari Socorro, New Mexico, yang sekarang bernama White Sands Missile Range. Saudaranya, The Fat Man yang menggunakan konsep dan desain serupa, adalah bom yang dijatuhkan di Nagasaki. Kekuatan bom ini “hanya” 20 kiloton, dan merupakan bom pertama yang memulai Zaman Atom atau Atomic Age.

5. Ledakan bom badger
Bom badger adalah bom berkekuatan 23 kiloton, ditembakkan pada April 18, 1953 di Nevada Test Site, bom ini merupakan bagian dari Operation Upshot-Knothole.
6. Ledakan nuklir di Nagasaki dan Hiroshima
Bom atom yang ditembakkan ke Kerajaan Jepang oleh US atas izin Presiden Harry S. Truman ini merupakan serangan bom atom pertama, bom pertama Little Boy yang ditembakkan tanggal 6 Agustus 1945, hari Senin di Hiroshima, sedangkan bom kedua “The Fat Man” ditembakkan di Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945. Dua serangan bom atom inilah yang mengakhiri perlawanan Jepang pada Perang Dunia kedua, total kematian mencapai kejadian ini lebih dari 200.000 jiwa.