Inilah Beberapa Manfaat dan Bahaya dari Penggunaan Teknologi Nuklir Dunia

Salah satu teknologi yang sekarang ini ramai dibicarakan adalah nuklir. Nuklir merupakan salah satu teknologi yang bisa dijadikan sebagai sumber energi alternative. Nuklir juga bisa menimbulkan masalah yang cukup besar bagi kehidupan manusia. Radiasi merupakan bahaya terbesar yang dapat ditimbulkan oleh nuklir. 

Energi nuklir yang bermasalah yang tidak digunakan dengan penuh tanggung jawab bisa menimbulkan ancaman besar seperti yang terjadi di Chernobyl, Fukushima (Jepang) dll. Pemanfaatan nuklir nyatanya dapat dikategorikan untuk makanan, obat-obatan, kesehatan dan kedokteran, industry, transportasi, desalinasi air, listrik dan senjata.


Teknologi nuklir menjadi salah satu sumber energi dan teknologi alternative yang potensial seiring dengan semakin menurunnya jumlah sumber energi alam yang ada di bumi. Teknologi nuklir merupakan teknologi yang melibatkan reaksi dan ini atom (inti=nuclei).


Manfaat dari Penggunaan Teknologi Nuklir :

Penggunaan Teknologi Nuklir untuk Kepentingan Positif

1. Aplikasi medis

a. Pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kedokteran, dikategorikan menjadi: diagnose dan terapi radiasi, perawatan yang efektif bagi penderita kanker.

b. Teknologi nuklir untuk Pemandulan Vektor Malaria
Salah satu cara pemandulan nyamuk / vektor adalah dengan cara radiasi ionisasi yang dikenakan pada salah satu stadium perkembangannya. Radiasi untuk pemandulan ini dapat menggunakan sinar gamma, sinar X atau neutron.


2. Aplikasi Industri

Pemanfaatan teknologi nuklir terkait dengan teknologi pertambangan digunakan pada eksplorisasi minyak dan gas. Teknologi nuklir berperan dalam menentukan sifat dari bebatuan sekitar seperti porositas dan litografi.

Pada bidang konstruksi, khususnya pada bidang teknologi jalan. Teknologi nuklir digunakan untuk mengukur kelembaban dan kepadatan tanah, aspal dan beton. Juga digunakan untuk menentukan kepadatan tembakau pada rokok digunakan Sr-90, juga digunakan untuk menentukan ketebalan pada kertas.


3. Teknologi Nuklir untuk Pembangkit Listrik

Teknologi nuklir yang popular lewat penggunaaanya bagi persenjataan militer ini, ternyata mempunyai manfaat yang begitu besar bagi kesejahteraan umat manusia terutama dalam penyediaan kebutuhan energi listrik. Penggunaan bahan bakar nuklir sangat irit, dan tidak membuat polusi lingkungan.

Konon ½ kg uranium yang sudah dimurnikan bisa menghasilkan energi yang setara dengan belasan juta liter solar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap harga jual listrik kepada konsumen. Disamping itu persediaan bahan bakar ini cukup tersedia dalam jangka waktu yang panjang. Namun sebagai konsekuensi logis dari suatu penggunaan teknologi tinggi, disamping manfaatnya yang besar, juga ada resikonya. Setiap pengoperasian PLTN di semua Negara maupun di dunia, masalah keselamatan merupakan syarat mutlak dan paling utama.

Selama operasi PLTN, pencemaran yang disebabkan oleh zat radioaktif terhadap lingkungan dapat dikatakan tidak ada. Air laut atau air sungai yang dipergunakan untuk membawa panas dari kondensor sama sekali tidak mengandung zat radioaktif, karena tidak bercampur dengan air pendingin yang bersirkulasi di dalam reaktor.

4. . Pemrosesan Makan dan Pertanian

Irradiasai makanan adalah proses memaparkan makanan dengan radiasi pengion yang ditunjukan untuk menghancurkan mikroorganisme, bakteri, virus, atau serangga yang diperkirakan berada dalam makanan. Jenis radiasi yang digunakan adalah sinar gamma, sinar X, dan elektron yang dikeluarkan oleh pemercepat elektron.

Aplikasi lainnya yaitu pencegahan proses pertunasan, penghambat pemasakan buah, peningkatan hasil daging buah, dan peningkatan rehidrasi. Jumlah energi yang efektif untuk radiasi cukup rendah dibandingkan dengan memasak bahan makanan yang sama hingga matang. Irradiasi makanan saat ini sudah diizinkan di 40 negara dan volumenya diperkirakan melebihi 500.000 metrik ton setiap tahunnya di selurh dunia.


Bahaya Penggunaan Teknologi Nuklir

Kecelakaan nuklir diakibatkan oleh energi yang terlalu besar yang seringkali sangat berbahaya. Pada sejarahnya, insiden pertaman melibatkan pemaparan radiasi yang fatal. Marie Curie meninggal akibat aplastik anemia yang merupakan hasil dari pemaparan nuklir tingkat tinggi. 2 peneliti Amerika, Harry Daghlian dan Louis Slotin, meninggal akibat penanganan masa plutonium yang salah.

Berikut bahaya jika terjadi kebocoran radiasi nuklir.

1. Rambut

Efek paparan radioaktif membuat rambut akan menghilang dengan cepat bila terkena radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan kekuatan radioaktif.

2. Otak

Sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi berkekuatan 5.000 rems atau lebih. Seperti halnya jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.

3. Kelenjar Gondok

Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid.

4. Sistem Peredaran Darah

Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal mirip seperti penyakit flu.

5. Jantung

Seseorang terkena radiasi berkekuatan 1.000 – 5.000 rems akan mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.

6. Saluran Pencernaan

Radiasi dengan kekuatan 200 rems akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare berdarah.

7. Saluran Reproduksi
Radiasi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 rems. Dalam jangka panjang korban radiasi akan mengalami kemandulan.

Jika terjadi kebocoran radiasi pada teknologi nuklir, masyarakat harus segera diungsikan untuk menghindari paparan radiasinya. Selain itu juga harus menghindari benda-benda, makanan atau air yang telah tercemar radiasi. Menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat melakukan aktivitas di luar rumah.