Mengenal Lebih Sejarah Simbol Swastika Tentara Nazi Jerman

Sejak pertama mengenal sejarah Nazi melalui buku sejarah maupun banyak sekali simbol ini digunakan pada game maupun film yang mengangkat kisah perang dunia. Jadi membuat mimin penasaran mengenai asal-usul penggunaan simbol swastika pada bendera Nazi ini sebenarnya. Nah mungkin banyak di antara kalian juga yang belum tahu. makna simbol itu sebenernya. 

Ketika mendengar kata swastika, sebagian besar dari kita mungkin akan langsung teringat pada salah satu simbol religi umat Hindu. Dengan mudah swastika temui diberbagai sudut tempat di Bali sebagai sentral populasi umat Hindu di Indonesia. Namun bagi yang memiliki pengetahuan sejarah dunia, swastika juga akan mengingatkan pada salah satu pemeran sejarah perang dunia ke II, yaitu Nazi Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler. 
 

Ada kemiripan dari segi simbol, namun jelas berbeda dari segi makna atau filosofi yang terkandung. Secara visual swastika adalah salib sama sisi dengan empat lengan ditekuk 90 derajat. Secara geometri swastika ada yang menghadap searah jarum jam dan ada juga yang berlawanan dengan arah jarum jam. Swastika adalah simbol kuno yang telah digunakan selama lebih dari 3.000 tahun bahkan mendahului simbol Mesir kuno. 

Selama seribu tahun berikutnya, gambar swastika ini digunakan oleh banyak budaya di seluruh dunia, termasuk di Cina, Jepang, India, dan Eropa bagian selatan. Pada Abad Pertengahan, simbol swastika mulai banyak digunakan terkenal dan memiliki istilah dengan nama yang berbeda : Cina - Wan, Inggris - Fylfot, Jerman - Hakenkreuz, Yunani - Tetraskelion dan Gammadion, India - Swastika. Meskipun tidak diketahui untuk berapa lama, penduduk asli Amerika juga telah lama menggunakan simbol swastika.

Simbol Swastika di Gerbang Pura Bali

Simbol swastika banyak digunakan dalam agama-agama yang terdapat di India, khususnya dalam Hinduisme, Buddhisme, dan Jainisme, terutama sebagai simbol tantra untuk membangkitkan shakti atau simbol suci keberuntungan. Kata swastika berasal dari bahasa Sansekerta svastika - "su" yang berarti baik atau keberuntungan, "asti" yang berarti menjadi dan "ka" sebagai akhiran. 

Jadi swastika secara harfiah berarti "menjadi baik". Sebelum Nazi menggunakan simbol ini, swastika telah digunakan oleh banyak kebudayaan sepanjang 3.000 tahun untuk mewakili kehidupan umat manusia.

Simbol Swastika di India

Pada tahun 1920, Adolf Hitler memutuskan bahwa Partai Nazi membutuhkan lencana dan bendera sendiri untuk partainya. Untuk Hitler, bendera baru harus menjadi simbol serta sangat efektif sebagai poster. Pada tanggal 7 Agustus 1920, pada Kongres Salzburg, bendera merah dengan lingkaran putih dan swastika hitam menjadi lambang resmi Partai Nazi, di Jerman simbol swastika dikenal dengan sebutan Hakenkreuz atau salib yang berkait. 

Bendera Nazi memiliki latar belakang merah dan Swastika hitam dalam lingkaran putih. Ketiga warna tersebut diambil dari warna dasar bendera jerman yang lama, yang digunakan pada masa kekaisaran Jerman tahun 1897. 

Adolf Hitler mendifinisikan warna-warna ini sebagai : merah merupakan gagasan sosial dari gerakan Nazi, putih melambangkan ide nasional, swastika hitam melambangkan misi perjuangan untuk kejayaan bangsa Arya. Sebelum digunakan sebagai lambang resmi dari Partai Nazi, penggunaan simbol Hakenkreuz ini pertama kali diusulkan oleh seorang penyair dan idolog nasionalistik Jerman, Guido von List untuk organisasi/gerakan anti-semit (permusuhan terhadap kaum Yahudi).


Penggunaan simbol Hakenkreuz sebenarnya bukan mewakili kebencian atau pembunuhan terhadap kaum Yahudi, simbol Hakenkreuz mewakili makna "kebangkitan hidup". Namun saat ini, sebagian orang banyak berpersepsi bahwa simbol Hakenkreuz sebagai simbol utama Nazi merupakan simbol kebencian yang begitu ditakuti, sebagaimana prajurit Nazi SS dengan simbol 'Death Head-nya'.

Simbol Death Head Tentara SS Nazi


Ternyata ornamen swastika itu sudah di pakai di berbagai belahan dunia yang mewakili berbagai kultur kebudayaan maupun kepercayaan atau religi yang berbeda-beda.


Dari bukti penemuan di atas dapat disimpulkan bahwasanya simbol swastika tidak hanya sekedar menjadi simbol yang digunakan oleh umat Hindu atau Budha atau Nazi sebagaimana diketahui banyak orang selama ini.